Media Penyimpanan Data UFS dan eMMC Pada Smartphone, Apa Bedanya?

Perkembangan teknologi smartphone itu terasa begitu cepat di zaman sekarang. Hal tersebut bisa dilihat dengan banyaknya teknologi baru yang disematkan di dalam sebuah smartphone.

Berbicara mengenai teknologi yang dibawa smartphone, tidak banyak yang memperhatikan mengenai teknologi penyimpanan data yang digunakan di smartphone. Padahal, teknologi penyimpanan data, atau biasa disebut dengan memori internal (ROM) itu juga mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Jika dulu smartphone menggunakan memori internal jenis eMMC, sekarang mulai banyak smartphone yang menggunakan memori internal jenis UFS.

teknologi media simpan data smartphone ufs dan emmc 1028x578 » Media Penyimpanan Data UFS dan eMMC Pada Smartphone, Apa Bedanya?

Sebenarnya apa itu UFS? Apa bedanya antara UFS dengan eMMC itu? Jika anda belum mengetahui mengenai hal tersebut, anda bisa simak penjelasan mengenai perbedaan 2 teknologi memori internal yang digunakan smartphone tersebut di dalam artikel ini.

Apa Itu UFS?

UFS atau kepanjangan dari Universal Flash Storage adalah teknologi memori internal yang sudah mulai dikembangkan dari tahun 2011 lalu.

Setelah diperkenalkan pada tahun 2011, UFS mulai semakin giat dikembangkan. Dan pada tahun 2013 diperkenalkan kembali versi penerus UFS 2.0 yang memiliki kecepatan 4 kali dari UFS 1.0.

Lalu beberapa tahun lalu, muncul kembali pembaruan dari teknologi UFS yang disebut dengan UFS 3.0. UFS 3.0 tersebut kabarnya memiliki kecepatan 20 kali dari microSD biasa.

Sampai saat ini, memang teknologi memori internal UFS belum banyak digunakan di smartphone. Teknologi memori internal satu ini memang lebih banyak digunakan pada smartphone kelas menengah keatas dan paling sering digunakan di smartphone kelas flagship saja.

UFS VS eMMC, Apa Bedanya?

Lalu apakah perbedaan antara teknologi memori internal smartphone UFS dengan eMMC itu? jika dilihat, ada banyak sekali perbedaannya antara 2 jenis teknologi tersebut. Berikut ini adalah beberapa perbedaannya:

  • Dari segi kecepatan baca dan juga tulis

Perbedaan pertama antara teknologi memori internal UFS dengan eMMC adalah pada kecepatan baca tulisnya.

Pada jenis UFS 2.0 yang diperkenalkan pada tahun 2013 saja sudah memiliki kecepatan baca sebesar 350 mb/s, sedangkan untuk kecepatan tulisnya sebesar 150 mb/s.

Padahal, teknologi memori internal eMMC 5.1 yang diperkenalkan pada tahun 2015 hanya memiliki kecepatan baca sebesar 250 mb/s dan kecepatan tulis sebesar 125 mb/s.

Dari data tersebut, sudah bisa dipastikan bahwa teknologi UFS memang jauh lebih cepat meskipun usia teknologinya 2 tahun lebih tua.

  • Dari segi daya yang digunakan

Selain punya kecepatan baca dan juga tulis yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan teknologi memori internal eMMC, UFS juga memiliki perbedaan dengan eMMC dari segi daya yang digunakan.

Dari perbandingan yang sudah dilakukan, memori internal jenis eMMC membutuhkan daya 35% lebih besar dibandingkan dengan memori internal jenis UFS.

Oleh sebab itu, memori internal jenis UFS ini kemungkinan besar akan mulai populer digunakan beberapa tahun mendatang di smartphone. Pasalnya, dengan menggunakan memori internal jenis UFS tersebut, vendor smartphone bisa menghemat banyak penggunaan daya baterai smartphonenya.

Lalu sebenarnya apakah smartphone yang menggunakan memori internal jenis UFS itu bisa memberikan kenyamanan lebih kepada pengguna?

Dengan adanya cukup banyak kelebihan yang dimiliki memori internal jenis UFS dibandingkan eMMC, sudah dapat dipastikan smartphone yang menggunakan memori internal jenis UFS bisa memberikan lebih banyak kenyamanan pada penggunanya.

Hal tersebut kemungkinan besar bisa dirasakan terutama ketika smartphone digunakan untuk bermain game berat ataupun digunakan untuk multi tasking.

Pasalnya, smartphone yang menggunakan memori internal jenis UFS akan jauh lebih cepat dalam memproses data ketimbang smartphone yang masih menggunakan memori internal jenis eMMC.

Kekurangan Memori Internal Jenis UFS Dibandingkan eMMC

Meskipun memang punya banyak kelebihan jika dibandingkan dengan memori internal jenis eMMC, memori internal jenis UFS juga punya beberapa kekurangan.

Salah satu kekurangan dari memori internal jenis UFS adalah harganya yang masih cukup mahal. Oleh sebab itu, memori internal jenis UFS ini baru bisa digunakan di smartphone kelas menengah keatas atau bahkan kelas flagship.

Namun demikian, kemungkinan besar beberapa tahun lagi, mulai banyak smartphone kelas menengah kebawah yang sudah bisa dilengkapi dengan memori internal jenis UFS ini.

Jadi bagaimana? Sekarang anda sudah tau bukan bahwa sebenarnya memori internal smartphonepun mulai mengalami peningkatan?