Ini Jenis Teknologi Sensor Pemindai Sidik Jari pada Smartphone

Teknologi yang dibenamkan di dalam smartphone masa kini memang makin banyak. Salah satu jenis teknologi yang mulai menjadi fitur wajib di dalam sebuah smartphone adalah teknologi sensor pemindai sidik jari.

Dengan adanya sensor pemindai sidik jari tersebut, maka sebuah smartphone benar-benar hanya bisa digunakan atas seijin pemiliknya. Pasalnya, smartphone akan benar-benar terkunci sehingga tidak bisa diotak atik lagi oleh orang lain.

Berbicara mengenai sensor pemindai sidik jari, ternyata teknologi tersebut juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Jika dilihat dari luar, memang tidak tampak bahwa smartphone zaman dulu dan zaman sekarang itu ternyata menggunakan teknologi sensor pemindai sidik jari yang berbeda.

Lalu apa saja macam-macam jenis teknologi sensor sidik jari yang digunakan di smartphone itu? Kalau anda penasaran ingin tau apa saja macam-macam jenis sensor sidik jari yang digunakan di smartphone, anda bisa pelajari hal tersebut selengkapnya di dalam artikel ini.

Ini 3 Macam Jenis Teknologi Sensor Pemindai Sidik Jari yang Digunakan di Smartphone

Kalau dilihat, memang tampaknya tidak ada perubahan berarti pada sensor pemindai sidik jari yang dibenamkan di dalam smartphone.

pahami teknologi sensor pemindai sidik jari di smartphone 1028x578 » Ini Jenis Teknologi Sensor Pemindai Sidik Jari pada Smartphone

Namun ternyata, sensor pemindai sidik jari yang digunakan untuk mengamankan data di dalam smartphone itu juga mengalami perkembangan.

Sampai saat ini, sudah ada 3 macam jenis sensor pemindai sidik jari yang bisa digunakan di dalam smartphone. Berikut ini adalah 3 macam jenis sensor pemindai sidik jari smartphone tersebut:

  1. Sensor pemindai sidik jari optik

Jenis sensor pemindai sidik jari yang dipasang di smartphone yang paling banyak digunakan adalah yang menggunakan teknologi optik.

Karena menggunakan optik, maka mekanismenya adalah mengambil gambar sidik jari dan nantinya akan dicocokkan dengan gambar sidik jari yang sudah disimpan di dalam data smartphone.

Sensor pemindai sidik jari jenis optik ini memang punya banyak kekurangan. Beberapa kekurangan terbesarnya adalah ukurannya yang cukup tebal dan juga sangat mudah untuk dikelabuhi.

Hanya saja, memang jenis sensor pemindai sidik jari satu ini yang paling terjangkau harganya untuk digunakan di segala jenis smartphone.

Namun akhir-akhir ini, mulai dikembangkan jenis sensor pemindai sidik jari optik baru yang jauh lebih aman dan lebih canggih karena sudah bisa dibenamkan di bawah layar smartphone.

  1. Sensor pemindai sidik jari kapasitif

Jika jenis sensor pemindai sidik jari pertama menggunakan optik, maka jenis sensor pemindai sidik jari kedua adalah dengan menggunakan kapasitor.

Cara kerja sensor pemindai sidik jari jenis kapasitif ini lebih rumit dibandingkan dengan yang menggunakan teknologi optik.

Ketika jari menyentuh sensor pemindai sidik jari, maka kapasitor kecil yang tersebar di dalam sensor akan mengirimkan data ke pusat. Data aliran listrik dari kapasitor tersebut akan diolah untuk menentukan apakah jari yang menyentuh sensor memang jari pemilik smartphone.

Jika dibandingkan dengan sensor pemindai sidik jari yang menggunakan optik, jelas sensor pemindai sidik jari kapasitif ini jauh lebih baik dan juga sulit untuk dikelabuhi.

Pasalnya, sensor ini mendeteksi sidik jari dari banyaknya daya yang tersimpan di dalam kapasitor ketika disentuh jari.

Namun meskipun sangat bagus dan susah untuk dikelabuhi, jenis sensor pemindai sidik jari kapasitif ini tidak bisa dengan mudah diaplikasikan di semua jenis smartphone.

Kenapa? Karena sensor pemindai sidik jari jenis kapasitif ini cukup mahal. Oleh sebab itu, jenis sensor pemindai sidik jari ini memang biasanya baru bisa digunakan di smartphone kelas flagship saja.

  1. Sensor pemindai sidik jari ultrasonik

Jenis sensor pemindai sidik jari ketiga yang juga mulai digunakan di smartphone adalah dengan memanfaatkan teknologi ultrasonik.

Jika dibandingkan dengan 2 jenis sensor pemindai sidik jari sebelumnya, jelas sensor pemindai sidik jari ultrasonik ini yang paling baik.

Pasalnya, detail sidik jari akan ditentukan dari tangkapan pancaran sinyal ultrasonik yang dikirimkan transmitter kepada receiver.

Sensor pemindai sidik jari ultrasonik ini pertama kali disematkan di smartphone khusus Le Max Pro yang menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 855.

Sayangnya, seperti halnya sensor pemindai sidik jari kapasitif, sensor pemindai sidik jari yang menggunakan teknologi ultrasonik ini juga tidak bisa diaplikasikan di semua jenis smartphone.

Pasalnya, jenis sensor pemindai sidik jari ultrasonik ini memiliki harga yang jauh lebih mahal dari sensor yang menggunakan teknologi kapasitif.

Bagaimana? Sekarang sudah paham bukan bahwa teknologi sensor pemindai sidik jari yang dipasang di smartphone itu juga mengalami perkembangan?

Dari 3 jenis sensor pemindai sidik jari yang dipasang di smartphone tersebut, yang nomor berapa yang sudah pernah anda coba gunakan?